
“Semua yang ada disekitar kita terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja, lebih asyik merekamnya dalam sebuah karya”. Kamut inilah, yang merupakan kata -kata Jais sendiri, disajikan pada cover kompilasi ketik-Parkomarko.
okey, ini dia acara komik paling terbaru di kota solo. acara ini digagas oleh dua komunitas berbeda media, Komunitas Ketik dan Komunitas Parko Marko. silahkan membaca review acara yang sangat asoey dan geboy ini:D
Soft Concept
Benar bahwa komunitas harus selalu berjejaring, untuk penguatan gerakan dan penegasan semangat kekitaan. Ide-ide selalu bermunculan dan butuh perwujudan. Dalam waktu dekat Parko Marko akan berkolaborasi dengan Komunitas Ketik menggelar sejumlah project. Barangkali kita bertanya apa dan siapa itu Parko Marko? Konon, mereka menyebut dirinya sebagai komunitas persahabatan. Namun begitu, mereka memiliki kecenderungan sebagai komunitas komik dan film.
Nah, kesempatan kali ini Parko Marko dan Komunitas Ketik akan bekerja sama mengadakan acara ‘Turba (Ayo Ngomik, Ayo Nulis)’. Konsep sederhananya adalah: teman-teman Parko Marko dan Komunitas Ketik menyambangi sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman menulis dan membuat komik. Empat sekolah sudah ditentukan, yakni MAPK, SMA Al-Islam, SMAN 3, dan SMAN 1. Rencananya acara digelar antara tanggal 24-28 Januari 2012. Kita menyesuaikan dengan waktu luang yang dimiliki masing-masing sekolah.
Pada dasarnya, beberapa waktu lalu Komunitas Ketik pernah punya hajat serupa. Ketika itu tajuknya Ketik Goes to School. Kita mengunjungi empat sekolah guna berdiskusi soal tulis menulis dengan teman-teman pengurus majalah sekolah. Namun satu hal yang luput dari perhatian adalah tidak adanya karya yang dibagikan kepada teman-teman peserta. Untuk itu, pada acara Turba ini, Komunitas Ketik dan Parko Marko akan bikin kompilasi sastra-komik bertema ‘memaknai sekitar’.
Isi kompilasi itu adalah komik, cerpen, puisi dan prosa liris. Dari Komunitas Ketik, penyumbang karya yang sudah fix adalah Zakky (cerpen), Tiara (prosa liris) dan Isti (puisi). Penyumbang sangat mungkin bertambah. Maka tulisan ini sekaligus menjadi ajakan bagi teman-teman untuk menyumbang karya. Batas waktu pengumpulan karya adalah 20 Januari 2012. Butuh waktu 3 hari untuk layouting. Sehingga dimungkinkan pada tanggal 24 Januari kompilasi sudah siap. Menurut rencana kompilasi komik-sastra akan diperbanyak 100 eks dan dibagikan secara cuma-cuma buat para peserta. Selain kompilasi karya, sebagai merchandise akan diberikan stiker untuk peserta.
Sudah barang pasti gerakan ini butuh pendanaan. Utamanya untuk cetak stiker dan biaya foto copy kompilasi. Oleh karenanya, lewat tulisan ini pula dihimbau kepada siapa saja untuk turut ‘berpartisipasi’. Bentuk partisipasi tak melulu berwujud uang (meski itu yang diharapkan, hehe), bisa pula berwujud dukungan atau doa dari jarak jauh. Bentuk partisipasi adalah wujud rasa memiliki kita terhadap komunitas sederhana ini.
Project lanjutan dari Turba adalah Komunitas Ketik versus Parko Marko. Gambaran ringkasnya: teman-teman dari Parko Marko akan mengomikkan tulisan teman-teman Komunitas Ketik, sementara itu teman-teman Komunitas Ketik akan menarasikan komik teman-teman Parko Marko. Intinya: menarisikan gambar, menggambar narasi atawa mengomikkan tulisa, menuliskan komik. Acara versus ini diagendakan awal Februari.
Begitulah. Komunitas tak pernah sepi kegiatan. Rasa sepi sejatinya berasal dari hati kita sendiri. Maka, bagi teman-teman yang sedang liburan ayo ramaikan kegiatan ini. Merapat lagi, biar lebih hangat lagi.
Wassaalam.
dan ini review acara pameran komik dan apresiasi sastra berdasarkan status temen-temen komunitas ketik.
1. Hari ini adalah hari pertama Turba. Bertempat di SMAN 3 Solo, peserta yang berjumlah 20 orang terlihat begitu antusias. Mereka adalah redaksi majalah sekolah SMAN 3 Solo. Hadir pada kesempatan ini: Zakky, Tiara, Isti, Faisal, Arin, Jais.
2. Jais mengajak teman-teman SMAN 3 melek komik, ia bilang bikin komik itu mudah, lebih mudah daripada menulis. Sedang Zakky sedikit bercerita soal cerpennya yang berjudul ‘Demosntran’. Ia juga bercerita soal penerbitan buku jalur indie, ditambah cerita perihal kemunculan majalah sastra Surah dalam waktu dekat.
3. Isti bercelotah tentang betapa dramatisnya ia melahirkan puisi. Proses kreatif yang dituturkan secara runut mampu membuat sejumlah peserta ternganga. Sementara itu Faisal memberi sedikit warna lain. Tulisannya yang berbicara politik menjadi ajakan agar teman-teman SMAN 3 tidak apatis terhadap politik tanah air.
4. Tiara memberi suguhan menarik: prosa liris yang beroleh inspirasi dari sarang burung di traffic light. Ia melengkapi puisi, cerpen dan esai yang ditulis oleh teman-teman Ketik. Dan sampailah acara pada paparan Arin soal novel barunya ’ Rain Over Me’ terbitan Gagas Media. Ia juga tak segan membagikan 2 novelnya untuk teman-teman SMAN 3 Solo. Arin mampu menyedot perhatian peserta lantaran novelnya cukup diminati. Agak beda dengan jabaran yg ‘serius’ dr teman-teman Ketik sebelumnya.
5. Berlanjut kemudian sesi tanya jawab yang cukup seru. Peserta menyanyakan bagaimana cara menulis novel yang baik, bagaiamana kalau kehabisan ide di tengah jalan, dll. Para penyaji kemudian bertanya kepada peserta: buku apa yang jadi buku favorit peserta? Sebagian besar menjawab: novel-novel terbitan Gagas Media adalah buku favorit mereka.
6. Turba hari kedua, kami akan menyambangi SMAN 1 Solo (13.00-15.00) dan SMA Al Islam Solo (15.00-17.00). Semoga lebih seru dan gokil. Selalu ada kebahagiaan dalam berbagi. C u tomorow..
7. Turba kedua….
kami menyambangi 2 sma sekaligus….
yang pertama di Sma 1 Solo & Sma Al Islam 1 Solo
8. Walaupun dengan berbagai kendala yg mengakibatkan jam nya mundur…
tapi apresiasi dari sma 1 solo & Sma Al Islam 1 solo luar biasa….
9. Peserta Turba kita kali ini, ada tambahan yakni mas sigit paripurno dari Yobiko
10. Di Sma 1 Solo, peserta turba adalah redaksi majalah sekolah. Dengan ditemani hujan yang cukup deras….acara ini semakin mengakrabkan kita dengan kawan2 Sma 1 Solo. Dimulai dari Jais menceritakan tentang proses lahir komiknya yang digarap bareng temen-teman ParkoMarko. dan masih dengn kukuh menegaskan satu hal yg sama “menggambar lebih mudah dari menulis”
11. Lalu disusul Isti, dengan kisah dibalik puisinya yg berjudul “KOta ini”. Dia juga menambahkan penegasan bahwa puisi itu seperti roti (mengutip kata-kata Pablo Neruda),
12. Selanjutnya, Sigit mengatakan bahwa komikknya terinspirasi dari sebuah film kartun Avatar….
13. sedangkan Zakky memaparkan kisah nyata yang menginspirasi cerpennya secara runut, dilanjutkan juga sepintas tentang penerbitan yang didirikannya dengn teman-teman komunitas Senjakala jakarta
14. Faishal tidak hanya membahas esainya yang berbeda yakni dunia politik, tp dia juga mengajak kawan-kawan untuk menulis dalam bentuk apapun dari peristiwa yang dialami sehari-hari.
15. berbeda lagi dengan Tiara, dengan mimik yang meyakinkan “Coba bayangkan ternyata ada kehidupan kecil ditengah hiruk pikuk nya kota Solo”. begitulan petilan pengalamannya yang membuat kawan-kawan Sma 1 Solo terhanyut dalam kisah uniknya.
16. kemudian, Arin tampil dengan kisah romance novelnya dan perjuangan dia saat menunggu kabar dari penerbit tentang nasib novel yang ia tulis slama 3 bln.
17. Selain itu, satu hal yang mengejutkan Arin, ternyata salah satu peserta tlah memiliki novelnya dan menyambut senang kehadiran Arin….lalu bercoleteh “kok beda sama fotonya ya mbak Arin?”
18. Turba ketiga, Di Sma Al Islam 1 Solo. Peserta Kawan-kawan dari Aktivis(majalah), Mading, Buletin SMA Al Islam 1 Solo.
19. Sekalipun telat krn berbagai halangan yang tak kami harapkan, tapi sambutan SMA Al Islam 1 Solo sangat hangat & hebat, dengan canda gurau khas mereka. Kita merasa ada keakraban yang terjalin tanpa diucap.
20. Dikarenakan ada acara penting yang tak bisa di tinggalkan, Arin tak bisa hadir pada turba ke tiga. namun kita juga kedatangan salah satu anak SMA yang luar biasa dari MA Al Islam Jamsaren, yang juga karyanya masuk dalam kompilasi sastra komik Ketik-ParkoMarko.
21. Tiara hadir sebagai start acara. dia menyentakkan kawan-kawan SMA Al Islam 1 Solo, dengan pertanyaan “Apa Yang kalian pikirkan ketika ada sarang burung di sela-sela Traficclight?”. berbagai lontaran ikut meramaikan : Pohon mulai lenyap…dll.
22. disusul isti dengan cukup serius mengisahkan peristiwa tragis, yang mampu membuahkan puisi. lalu ia juga mengatakkan bahwa puisinya adalah curhatan hatinya dan ditegaskan pula bahwa siapapun mampu menelorkan puisi.
23. Sigit dengan gamblang menjelaskan makna kalimat dalam ending komiknya. dan keheningan itu datang saat Sigit mengajak kembali kawan-kawan yang hadir untuk menanyakan kembali tujuan hidup masing-masing.
24. Faishal dengan tuturan bersahabat menceritakan tentang kiprah politik sekarang secara global…….
25. kemudian Jais, memaparkan tentang film horor Indonesia, yang menurutnya setan itu benar-benar hadir dalam bentuk lain yang berbeda. lalu ia juga sedikit bercerita tentang balik layar lahirnya komik “Bangga Indonesia”
26. Dilanjutkan Zakky yang sedikit berkisah tentang fakta ‘Demonstran Bayaran’.Selain itu, dia menanyakan pula Kawan-Kawan SMA Al Islam 1 Solo tentang buku favorit mereka. berbagai jawaban muncul, dengan sedikit humor yang memecahkan suasana.
27. alu kroul, Anak Sma dari MA Al Islam Jamsaren, bercerita tentang proses pembuatan komiknya yang penuh perjuangan.
ulasan sederhana ini kami salin dari FB Komunitas Ketik.
Solo. 10 Februari 2011