tempat ngumpulnya komikus beride liar dan bersemangat dalam berbagi kehidupan lewat komik
di k0ta surakarta.

Text

Hallo temans, ada program baru dari Komisi Solo, namanya “Komik Mingguan: Guest star”. program ini mengundang komikus keren untuk berbagi ilmu dan inspirasi dalam berkarya. edisi pertama Komisi mengundang Kak Kurnia H, komikus pencipta karakter komik bernama Koel. ingin mengenal Kak Kurnia lebih dekat? yuk simak obrolan ringan antara Komisi dan Kak Kurnia :)

image

1.    Diskripsikan diri anda dalam 1 kalimat saja.

    Saya orang biasa.

2.    Bagaimana awal mula anda menggambar komik? Ceritakan dong.

    Sayangnya saya sudah lupa. Saya hanya ingat kalau saya sudah mulai bikin komik (gambar yang berturutan) waktu SD. Dengan kualitas yang acakadut tentunya. Yang sekarang kalau saya lihat hasilnya, saya sendiri tidak tahu ceritanya. Tapi saya mulai sadar dalam berkomik saat SMP. Mengikuti teman saya. Beberapa teman sangat aktif berkomik saat itu. Cuma proses itu berhenti saat saya SMA. Mulai lagi sejak pertengahan kuliah.

3.    Siapa sajakah orang-orang yang mempengaruhi anda dalam berkarya?

    Waktu SMP, teman saya yang bernama Enas Duhri Kusuma lah yang pertama mempengaruhi saya untuk berkomik. Ia yang mulai mengajak saya dan teman-teman mulai berfantasi gila tentang hal-hal di sekolah kami. Namun saya mulai tertarik berkomik secara serius saat saya bekerja paruh waktu di Studio Urakurek, Yogya. Di sana bukan saja saya bertemu orang-orang yang suka komik, tapi saya bertemu dengan orang-orang hebat! Melihat kerja mereka secara langsung mendorong saya untuk lebih serius dalam memandang komik.

4.    Bagaimana proses anda dalam membuat komik?

    Hmm, gimana ya. Tentu semua dimulai dengan gagasan. Kadang saya mulai dengan hal yang ingin saya angkat. Kadang saya mulai dengan adegan terlebih dahulu. Lalu ide-ide itu saya biarkan mengendap (kalau ada waktu), berharap mereka tumbuh dengan bertautan dengan gagasan-gagasan lainnya. Kalau diperlukan, saya mencari referensi.  Baik visual maupun non-visual. Setelah itu saya menuliskannya dalam naskah kasar. Dijadikan storyboard yang sebenarnya lebih tepat disebut thumbnail. Lalu setelah ditimbang-timbang, baru dipindahkan ke kertas yang sebenarnya dengan pensil. Ditinta, dipindai, lalu selesai deh.

5.    Keadaan bagaimana yang anda senangi ketika menggambar komik?

    Saya tidak suka menggambar komik. Jadi tidak ada keadaan yang saya senangi ketika menggambar komik. Dalam berkomik, saya menyukai proses menyusun cerita dan  penceritaan. Saat itu saya paling suka saat saya berbaring di kasur sambil berpikir, atau malam hari saat sepi sendiri jalan hilir mudik bolak-balik di dalam rumah.

6.    Apa yang anda lakukan ketika sedang tidak membuat komik?

    Saya makan, minum, tidur, buang air,…Ah, oke. Sepertinya bukan jawaban itu yang diharapkan. Saya berprofesi sebagai animator. Beranimasi, itu yang saya lakukan.

7.    komik apa yang anda baca akhir-akhir ini?

    Buku komik yang terakhir saya baca itu Jalan Komik, 1SR6, dan AKD4. Mangascan yang saya ikuti antara lain Hajime no Ippo, Naruto, The World God Only Knows, dan Girls of The Wild’s. Sambil menjawab pertanyaan ini saya juga sedang mulai membaca Last Inning.

8.     ‘komik Indonesia’ yang ideal dimata anda itu seperti apa?

    Komik yang nggak sekedar asyik dibaca, tapi juga mampu menimbulkan perasaan dekat bagi pembacanya (orang Indonesia). Perasaan dekat ini muncul saat pembaca merasa kehidupannya terwakili. Dalam komik tersebut, mereka bukan hanya menemukan tempat-tempat, tapi juga karakter-karakter, gagasan-gagasan, pola pikir, dan masalah-masalah yang sehari-hari ada di sekeliling mereka.

9.    Agar pembaca bisa berkomunikasi dengan anda, adakah alamat Fanspage, twitter, dan situs lain yang bisa diakses?

    Twitter bisa di @komikoel, tapi saya jarang aktif. Facebook cuku search saja “Kurnia Harta Winata”. Cuma ada saya satu seorang. Bisa juga ke email saya, majikan_cuka@yahoo.com

10.    ada saran untuk menginspirasi pembaca atau komikus lain agar tetap bersemangat dalam berkarya?

    Sering-sering saja berkumpul dengan pembaca atau komikus lain. Juga sering-sering menikmati karya-karya berkualitas :)

begitulah hasil obrolan yang menyenangkan dengan Kak Kurnia,  semoga menginspirasi dan memotivasi teman-teman komik dimanapun untuk berkarya. sampai jumpa di edisi selanjutnya dari  “Komik Mingguan: Guest star”. salam komik indonesia :D

Komisi Solo

06 Maret 2013

Di bulan november mendatang, komisi solo akan bertemu dengan dua angka keramat yang berurutan, Angka 4 dan angka 5. Ada beberapa cerita mengenai angka-angka tersebut, cerita kecil tentang usia Komisi yang bertambah satu tahun. Ada pula cerita sederhana tentang semangat dan keinginan untuk berbagi yang ke 5 kalinya. Ah, kok gaya tulisannya jadi yellow mellow gini sih.
Beberapa kali kami menerima pesan singkat mengenai ‘kapankah mau diadakan kompilasi lagi’, ada juga yang seperti ‘yuk kumpul, udah lama gak ngobrolin komik’, atau yang paling parah ‘komunitas komiknya kok berubah menjadi komunitas galau gini’, ya seperti itulah. Oleh karena itu dengan sangat berbangga hati sambil menyempatkan diri untuk berkumpul kembali, kami dengan ini menyatakan siap untuk mengadakan kompilasi Komisi #5!! Horeee!!!
#sambilloncat-loncatdigenteng #1Ada apa di kompilasi #5? Terus apa hubungannya sama angka 4? Tunggu aja info terupdate dari Komisi Solo, komunitas Komik yang paling mumu seduniaa:D

Solo, 10 Oktober 2012

Di bulan november mendatang, komisi solo akan bertemu dengan dua angka keramat yang berurutan, Angka 4 dan angka 5. Ada beberapa cerita mengenai angka-angka tersebut, cerita kecil tentang usia Komisi yang bertambah satu tahun. Ada pula cerita sederhana tentang semangat dan keinginan untuk berbagi yang ke 5 kalinya. Ah, kok gaya tulisannya jadi yellow mellow gini sih.

Beberapa kali kami menerima pesan singkat mengenai ‘kapankah mau diadakan kompilasi lagi’, ada juga yang seperti ‘yuk kumpul, udah lama gak ngobrolin komik’, atau yang paling parah ‘komunitas komiknya kok berubah menjadi komunitas galau gini’, ya seperti itulah. Oleh karena itu dengan sangat berbangga hati sambil menyempatkan diri untuk berkumpul kembali, kami dengan ini menyatakan siap untuk mengadakan kompilasi Komisi #5!! Horeee!!!

#sambilloncat-loncatdigenteng #1Ada apa di kompilasi #5? Terus apa hubungannya sama angka 4? Tunggu aja info terupdate dari Komisi Solo, komunitas Komik yang paling mumu seduniaa:D

Solo, 10 Oktober 2012

Text

suasana Tumpi Readhouse

Tumpi readhouse bekerjasama dengan Yayasan Kampung Halaman, dan Komisi Solo menyelenggarakan Bioskop Remaja 1208 pada hari minggu (12/08) pukul 13.00 – 17.30 di Dk Karang, Desa Pentur, Simo, Boyolali. Kegiatan ini merupakan sebuah refleksi untuk memperingati Hari Remaja Internasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2012. selain mengadakan pemutaran film, acara lain yang tak kalah seru adalah workshop singkat tentang ‘mempermainkan’ ide melalui gambar. kami menyebutnya ‘Jamstrip Artwork’. acara ngejam gambar ini diikuti oleh anak-anak Dk Karang, dan teman-teman komunitas lain seperti Solo Mengajar dan JCI Solo.

image

image

anak-anak di Dk Karang saat menggambar

image

image

image

jamstrip artwork adalah sebuah permainan bermain dengan gambar di sebuah kertas berukuran post card. aturan umum untuk permainan ini adalah bergantian menggambar dengan merespon gambar. Workshop Jamstrip ini berlangsung sangat meriah. rencananya semua hasil workshop ini akan di buat kartu pos dan di jadikan dokumentasi Tumpi readhouse. acara Workshop Jamstrip ini di harapkan bisa menjadi media alternatif untuk masyarakat dalam mengekspresikan ide liar mereka. siapa tahu di masa mendatang mereka bisa menjadi tokoh-tokoh pembawa perubahan melalui media komik. 

Teks:Mujiyono Sutarno

Foto:Yanuar Simpley

Solo, 16 Agustus 2012.

Text

Earth Hour Sambil Bikin Komik via HarianJogja.Com

Minggu, 08/4/2012 | | Dilihat: 1584 Kali


image

Masih ingat dengan peringatan Earth Hour atau Hari Bumi Sabtu pekan lalu kan? Seperti biasa, peringatan yang digelar di Solo diwarnai dengan berbagai atraksi berupa kirab dan tari.

Maklum lah, Solo gitu loh. Kalau enggak kirab bukan Solo namanya. Tapi ada satu kelompok yang bikin peringatan itu jadi seru abis, melawan arus dan enggak bikin bosen.

Mereka adalah para komikus-komikus muda yang tergabung dari berbagai komunitas di Solo, seperti Komisi Solo, Yobiko dan Parko Marko. Kalau kebanyakan orang lebih suka nonton kirab, remaja-remaja nyentrik ini punya cara tersendiri, yaitu bikin acara bernama EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic di depan Pasar Triwindu.

Di acara ini, mereka ngomik bareng-bareng secara spontan dengan tema tentang Earth Hour. Sejak Sabtu sore.

“Sebenarnya tema awalnya itu tentang Earth Hour. Tapi namanya aja ngejam, jadinya malah banyak yang keluar dari tema awal,” kata Mujiono, mahasiswa ISI Solo yang juga Koordinator Komisi Solo saat nongkrong di Car Free Day keesokan harinya.

Begitulah ceritanya sehingga komik dadakan itu melantur ke mana-mana. Ada yang bercerita tentang isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan ada pula yang cerita soal demo. Sekilas, BBM dan demo emang enggak ada langsung nyangkut tentang Hari Bumi. Tapi kalau dihubung-hubungkan pasti ada aja kaitannya.

Tapi biar bagaimanapun, kegiatan ini tetap keren. Soalnya enggak gampang juga bikin komik atau kartun dalam waktu singkat, apalagi idenya harus langsung dituang di atas kertas dan enggak dipersiapkan. Sayangnya acara ini sempat terhenti gara-gara hujan yang tiba-tiba turun sore itu. Ngejam komik pun akhirnya dilanjutkan pada sesi berikutnya yang lebih heboh pada malah harinya.

“Mulai pukul 19.00 WIB, kita pasang kertas-kertas linen yang banyak banget. Kita kasih kesempatan pada semua yang datang buat ikut gambar tentang Hari Bumi,” kata cowok berambut kribo ini.

Di situlah aksi seru kembali bermunculan. Enggak cuma para pembuat komik aja yang ikut nggambar, tapi juga anak-anak sama orang tua. Ada yang menggambar pohon, bumi dan sebagainya. Malah ada juga seorang bule yang mengunjungi acara itu dan ikutan menyumbang gambar.

Gambarnya enggak kalah menarik loh, yaitu menggambarkan pemuda yang sedang naik sepeda. Gambar yang mengajak kampanye bersepeda itu dikasih judul Bike-Bike Saja.

Sebenarnya ngejam komik ini digelar sebagai pengantar momen pemadaman lampu listrik tepat pada pukul 20.30 WIB selama 60 menit. Tapi gara-gara keasyikan ngomik, mereka pada kaget saat lampu mati. Terpaksa deh, mereka menggambar dibantu dengan lampu senter.

“Sebenarnya sebagian besar gambar-gambar tadi itu jelek. Gambar saya sendiri juga jelek. Tapi begitu deh, namanya juga ngejam,” lanjut Mujiyono.

Adib Muttaqin Asfar

copy paste dari: http://www.harianjogja.com/2012/gaul-solopos/aksimu/earth-hour-sambil-bikin-komik-176777

Hujan tiba-tiba turun dengan cukup deras sore itu, puluhan penggemar komik segera mencari tempat untuk berteduh. Beberapa gambar hasil jamstrip tampak luntur gara-gara terkena air hujan, dan untuk sementara acara  “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic” terpaksa di hentikan. Satu jam sebelumnya para pelaku komik sekota solo berkumpul dengan antusias di depan pasar triwindu di ngarsopuro, mereka merapat ke tempat tersebut dalam rangka menghadiri  “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic” yang diadakan oleh Komisi Solo“EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic” diadakan dalam rangka memperingati hari Bumi Sedunia, sore itu teman-teman Komik berkumpul membuat komik keroyokan bertema “EARTH HOUR”, sebuah kampanye sederhana tentang pentingnya mencintai bumi dengan cara menghemat energi dan melestarikan lingkungan.

Acara sesi pertama  “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic” dimulai pada pukul 16.30 WIB, mereka berkumpul melingkar di depan Pasar Triwindu mendengarkan Boocan menjelaskan teknis acara Jamstrip. Sore itu dihadiri oleh pecinta komik dari banyak komunitas, teman-teman dari Yobiko, Parko Marko, teman-teman dari ISI Solo, UNS, ASDI, dan lain-lain. Belum sempat mereka menyelesaikan jamstrip sesi pertama, hujan tiba-tiba datang. Segera saja mereka berpindah ke emperan toko tradisional di samping Pasar Triwindu. Dikarenakan kendala cuaca tersebut, akhirnya sesi pertama jamstrip komik hanya menghasilkan beberapa lembar komik saja. Walau secara kualitas sesi pertama dari  “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic” kurang memuaskan, namun setidaknya event tersebut telah mengobati keriduan teman-teman komik untuk saling bertukar informasi tentang keadaan komik di kota Solo.

***

image

Boocan tampak kerepotan membawa kertas linen berwarna hitam dari ruang sekretariat “EARTH HOURS”, sementara cowok berambut kribo bernama Mujix tampak memindah beberapa sepeda onthel untuk di sulap menjadi ruang pameran alternatif sesi kedua  “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic”. Mereka adalah koordinator event tersebut, tak lama kemudian menyusul Arumania, Suryo dan Jeki. Gerombolan gak jelas tersebut kebetulan berasal dari KOMISI, yak, kalian benar, sebuah komunitas komik paling unyu-unyu di kota Surakarta. Untuk sesi kedua dari acara   “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic”, KOMISI membuat stan menggambar bertema “EARTH HOUR’S: Cintai Planet Bumi”. Di stan tersebut di sediakan kertas linen berwarna hitam, sekotak crayon warna-warni, dan tentu saja segudang semangat berbagi melalui media Komik dari teman-teman Komisi. Malam sabtu tanggal 31 Maret 2012, para pengunjung di beri kesempatan untuk menyuarakan aspirasi mereka tentang “EARTH HOUR” melalui gambar.

Acara berjalan meriah, puluhan pengunjung dari berbagai kalangan ikut berpartisipasi secara aktif menorehkan goresan mereka dengan bersemangat.  David seorang bule dari California mengatakan bahwa acara seperti sangat menyenangkan, dia membuat sebuah gambar seorang pemuda menaiki sepeda onthel dengan tagline “BIKE BIKE SAJA” (dibaca: baik-baik saja), sebuah plesetan yang cerdas tentang kampanye Bersepeda untuk menyayangi bumi. Sementara sekelompok anak-anak sekolah dasar malah menggambar bumi yang terbakar gara-gara ulah manusia yang semakin tidak manusiawi. Ketika teman-teman sedang asik menggambar, tiba-tiba suasana pasar ngarsopura mendadak gelap. puncak peringatan “EARTH HOUR’S” di Ngarsopuro, yaitu pemadaman listrik dan lampu selama 60 menit dari jam 20.30 WIB sampai 21.30 WIB akhirnya dimulai.

***

image

“EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic” - adalah sebuah Kampanye gokil yang diadakan KOMISI untuk memperingati “Earth Hour” di kota Surakarta. Okey, ketika semua panita berpikir bahwa acara menggambar “EARTH HOUR’S: Cintai Planet Bumi” telah berakhir ketika lampu padam, ternyata pikiran itu salah. Minat dari pengunjung Pasar Ngarsopuro ternyata belum berakhir, saat suasana gelap gulita tersebut tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak kecil:

“Mamah, saya mau gambar gunung sama pohon lagi!!”,

kontan para panitia “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic” panik dan segera mencari alternatif pencahayaan yang tepat buat keadaan itu. Seorang pengunjung tiba-tiba menyalakan senter dari hape kecilnya, dia menyoroti anak yang merengek minta gambar tersebut dengan cahaya putih yang cukup terang untuk menggambar, inisiatif pengunjung tersebut di ikuti para pengunjung yang lain untuk menyalakan sejenak Hp mereka untuk menerangi stan menggambar kami yang cukup ramai. Tak dapat di sangkal gara-gara aksi tersebut, banyak pengunjung lain yang segera meraih kertas dan crayon untuk menggambar lagi dengan cahaya seadanya. Kampanye gokil untuk memperingati “Earth Hour”dengan komik ini memang benar-benar berjalan gokil, acara pemadaman tersebut berjalan satu jam, tempat yang gelap dengan cahaya lampu seadanya itu ternyata tak menyurutkan para pengunjung untuk menyuarakan aspirasi mereka tentang “EARTH HOUR”.

***

image

Malam telah semakin larut, keramaian di pasar Ngarsopuro sedikit berkurang. Malam itu acara “EARTH HOUR” di kota solo telah berakhir, berbagai stan telah membereskan perlengkapan mereka, beberapa petugas parkir tampak sibuk mengatur laju para penonton yang mulai meninggalkan lokasi perayaan. Namun tak jauh dari lokasi tersebut, tampak Sesosok cowok berambut kribo dan seorang pemuda berkaus putih nekat menggelar MMT cukup lebar di jalan raya depan pasar Triwindu Ngarsopuro, sejenak setelah MMT itu di bentangkan, 10 orang pemuda (ralat: ada satu orang pengen diakui bahwa masih muda inisialnya CF^^a) segera berkumpul sambil membagikan kertas HVS dan spidol Hitam. Okey, ada sebuah agenda tak terduga malam itu. Agenda itu bernama Jamstrip komik session curhat:D

Wadezig, sesi tak terduga tersebut ternyata menjadi pilihan yang tepat untuk melepaskan penat setelah lelah berkutat dalam rangkaian acara “EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic”. Okey, sepertinya curhat dan mengobrolkan masalah pribadi melalui jamstrip komik adalah cara yang ampuh untuk merilekskan semua otot (ya semua otot, dari otot kepala sampai di bawah paha). selain jamstrip kami membicarakan kelanjutan nasib karya hasil karya“EARTH HOUR’S: Jamstrip Comic”. (walaupun di sela-sela obrolan serius tersebut ada obrolan tentang ‘Love is you’-nya Cherry Belle yang di gagas pemuda berinisial CF dan MJ),

image

akhirnya setelah ngobrol dengan santai, disepakati akan diadakan pameran sederhana di Solo Car Free Day minggu depan. setidaknya setelah para pengunjung memberikan aspirasi, mereka berhak mendapatkan ‘reward’ sederhana yang bernama ‘pertanggung jawaban Karya’. Eniwei, di tunggu saja kabar ter-up date dari kami, so jangan lupa ya tetap semangat melakukan apapun :)


di tulis oleh Mujix, koordinator KOMISI SOLO dan bekerja sebagai mahasiswa lama yang belum kelar kuliah gara-gara terlalu asik bikin huru-hara di dunia komik kota Surakarta, untuk lebih jauh mengenal doi bisa mampir ke http://flavors.me/lemonteacomic

Solo, 01 April 2012

Text

image

ini adalah review dari Kompetisi komik Nyi dan Ki Hajar Dewantara UKM Pramuka UNIVET Sukoharjo. Puluhan siswa menengah atas dan kejuruan dari berbagai sekolah sekarisidenan Surakarta duduk berjejer memanjang memenuhi lorong gedung E kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Beberapa dari mereka tampak sedang sibuk mempersiapkan alat gambar seperti pinsil, meja lipat, dan perlengkapan lainnya. Siang itu di kampus tersebut sedang mengadakan Lomba komik bertema ‘kepramukaan’. acara kompetisi gambar tersebut merupakan salah satu bagian dari serangkaian “Gladi Tegak V Ki dan Nyi Hajar Dewantara tingkat SMA/SMK se-eks Karisidenan surakarta tahun 2012 yang di selenggarakan UKM Pramuka kampus UNIVET Sukoharjo pada tanggal 03 Maret 2012.

Kali ini Komisi Solo berkesempatan ambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui lomba komik on the spot sebagai pihak juri. Walau jam pelaksanaan sempat mundur gara-gara molornya upacara pembukaan, akhirnya para peserta dapat memulai lomba  pada pukul 11.00 WIB. Secara teknis pelaksanaan lomba cukup sederhana, para peserta di wajibkan mengerjakan komik dengan tema ‘kepramukaan’ dan panitia memberikan waktu 180 menit untuk peserta dalam membedah tema besar tersebut menjadi satu lembar komik berukuran A4. Sebelum perlombaan di mulai, para panitia lomba memberikan pengarahan mengenai beberapa peraturan yang harus ditaati peserta lomba.

Penjurian dalam lomba ini dibagi dalam 4 kriteria. Kriterianya adalah kesesuaian tema, alur cerita, teknis gambar, dan hasil jadi komik secara keseluruhan. Selama dua jam para peserta lomba di beri kebebasan untuk menggambar komik sesuai tema yang di tentukan oleh panitia. Koordinator dari lomba komik, Teguh Satrio Dewantara mengatakan bahwa diadakannya lomba komik ini sebenarnya untuk memberikan rangsangan kepada para siswa-siswi peserta lomba agar lebih responsif terhadap situasi sosial di sekitar mereka. “semoga dengan adanya lomba ini, masyarakat umum dapat melatih kepekaan mereka melalui media yang bernama komik” ujar Teguh kepada Komisi Solo di sela-sela lomba.  Menurut Teguh, komik dan kepramukaan bisa menjadi media sosial yang cukup ampuh untuk mengubah berbagai sudut pandang dalam melihat suatu permasalahan. Sementara itu Feri Widiyanto selaku juri sekaligus aktivis di Komisi solo mengatakan bahwa dengan diadakannya lomba seperti ini, maka diharapkan bisa tumbuh benih-benih komikus lokal generasi baru yang suatu saat kelak dapat memberi sumbangsih ke dunia komik di indonesia dengan karya-karya absurd  mereka.

Kita tunggu saja karya mereka beberapa tahun mendatang, semoga saja karya komik mereka dapat menjadi sarana mereka untuk meneriakkan perubahan dan menyuarakan aspirasi masyarakat dengan sedikit bermoral dan bermartabat.

Solo. 18 Maret 2012

Text

image

“Semua yang ada disekitar kita terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja, lebih asyik merekamnya dalam sebuah karya”. Kamut inilah, yang merupakan kata -kata Jais sendiri, disajikan pada cover kompilasi ketik-Parkomarko.

okey, ini dia acara komik paling terbaru di kota solo. acara ini digagas oleh dua komunitas berbeda media, Komunitas Ketik dan Komunitas Parko Marko. silahkan membaca review acara yang sangat asoey dan geboy ini:D

Soft Concept 

 Benar bahwa komunitas harus selalu berjejaring, untuk penguatan gerakan dan penegasan semangat kekitaan. Ide-ide selalu bermunculan dan butuh perwujudan. Dalam waktu dekat Parko Marko akan berkolaborasi dengan Komunitas Ketik menggelar sejumlah project. Barangkali kita bertanya apa dan siapa itu Parko Marko? Konon, mereka menyebut dirinya sebagai komunitas persahabatan. Namun begitu, mereka memiliki kecenderungan sebagai komunitas komik dan film.

Nah, kesempatan kali ini Parko Marko dan Komunitas Ketik akan bekerja sama mengadakan acara ‘Turba (Ayo Ngomik, Ayo Nulis)’. Konsep sederhananya adalah: teman-teman Parko Marko dan Komunitas Ketik menyambangi sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman menulis dan membuat komik. Empat sekolah sudah ditentukan, yakni MAPK, SMA Al-Islam, SMAN 3, dan SMAN 1. Rencananya acara digelar antara tanggal 24-28 Januari 2012. Kita menyesuaikan dengan waktu luang yang dimiliki masing-masing sekolah.

Pada dasarnya, beberapa waktu lalu Komunitas Ketik pernah punya hajat serupa. Ketika itu tajuknya Ketik Goes to School. Kita mengunjungi empat sekolah guna berdiskusi soal tulis menulis dengan teman-teman pengurus majalah sekolah. Namun satu hal yang luput dari perhatian adalah tidak adanya karya yang dibagikan kepada teman-teman peserta. Untuk itu, pada acara Turba ini, Komunitas Ketik dan Parko Marko akan bikin kompilasi sastra-komik bertema ‘memaknai sekitar’.

Isi kompilasi  itu adalah komik, cerpen, puisi dan prosa liris. Dari Komunitas Ketik, penyumbang karya yang sudah fix adalah Zakky (cerpen), Tiara (prosa liris) dan Isti (puisi). Penyumbang sangat mungkin bertambah. Maka tulisan ini sekaligus menjadi ajakan bagi teman-teman untuk menyumbang karya. Batas waktu pengumpulan karya adalah 20 Januari 2012. Butuh waktu 3 hari untuk layouting. Sehingga dimungkinkan pada tanggal 24 Januari kompilasi sudah siap. Menurut rencana kompilasi komik-sastra akan diperbanyak 100 eks dan dibagikan secara cuma-cuma buat para peserta. Selain kompilasi karya, sebagai merchandise akan diberikan stiker untuk peserta.

Sudah barang pasti gerakan ini butuh pendanaan. Utamanya untuk cetak stiker dan biaya foto copy kompilasi. Oleh karenanya, lewat tulisan ini pula dihimbau kepada siapa saja untuk turut ‘berpartisipasi’. Bentuk partisipasi tak melulu berwujud uang (meski itu yang diharapkan, hehe), bisa pula berwujud dukungan atau doa dari jarak jauh. Bentuk partisipasi adalah wujud rasa memiliki kita terhadap komunitas sederhana ini.

Project lanjutan dari Turba adalah Komunitas Ketik versus Parko Marko. Gambaran ringkasnya: teman-teman dari Parko Marko akan mengomikkan tulisan teman-teman Komunitas Ketik, sementara itu teman-teman Komunitas Ketik akan menarasikan komik teman-teman Parko Marko. Intinya: menarisikan gambar, menggambar narasi atawa mengomikkan tulisa, menuliskan komik. Acara versus ini diagendakan awal Februari.  

Begitulah. Komunitas tak pernah sepi kegiatan. Rasa sepi sejatinya berasal dari hati kita sendiri. Maka, bagi teman-teman yang sedang liburan ayo ramaikan kegiatan ini. Merapat lagi, biar lebih hangat lagi.

Wassaalam.

dan ini review acara pameran komik dan apresiasi sastra berdasarkan status temen-temen komunitas ketik. 

1. Hari ini adalah hari pertama Turba. Bertempat di SMAN 3 Solo, peserta yang berjumlah 20 orang terlihat begitu antusias. Mereka adalah redaksi majalah sekolah SMAN 3 Solo. Hadir pada kesempatan ini: Zakky, Tiara, Isti, Faisal, Arin, Jais. 

2. Jais mengajak teman-teman SMAN 3 melek komik, ia bilang bikin komik itu mudah, lebih mudah daripada menulis. Sedang Zakky sedikit bercerita soal cerpennya yang berjudul ‘Demosntran’. Ia juga bercerita soal penerbitan buku jalur indie, ditambah cerita perihal kemunculan majalah sastra Surah dalam waktu dekat.

3. Isti bercelotah tentang betapa dramatisnya ia melahirkan puisi. Proses kreatif yang dituturkan secara runut mampu membuat sejumlah peserta ternganga. Sementara itu Faisal memberi sedikit warna lain. Tulisannya yang berbicara politik menjadi ajakan agar teman-teman SMAN 3 tidak apatis terhadap politik tanah air.

4. Tiara memberi suguhan menarik: prosa liris yang beroleh inspirasi dari sarang burung di traffic light. Ia melengkapi puisi, cerpen dan esai yang ditulis oleh teman-teman Ketik. Dan sampailah acara pada paparan Arin soal novel barunya ’ Rain Over Me’ terbitan Gagas Media. Ia juga tak segan membagikan 2 novelnya untuk teman-teman SMAN 3 Solo. Arin mampu menyedot perhatian peserta lantaran novelnya cukup diminati. Agak beda dengan jabaran yg ‘serius’ dr teman-teman Ketik sebelumnya.

5. Berlanjut kemudian sesi tanya jawab yang cukup seru. Peserta menyanyakan bagaimana cara menulis novel yang baik, bagaiamana kalau kehabisan ide di tengah jalan, dll. Para penyaji kemudian bertanya kepada peserta: buku apa yang jadi buku favorit peserta? Sebagian besar menjawab: novel-novel terbitan Gagas Media adalah buku favorit mereka.

6. Turba hari kedua, kami akan menyambangi SMAN 1 Solo (13.00-15.00) dan SMA Al Islam Solo (15.00-17.00). Semoga lebih seru dan gokil. Selalu ada kebahagiaan dalam berbagi. C u tomorow..

7. Turba kedua….
kami menyambangi 2 sma sekaligus….
yang pertama di Sma 1 Solo & Sma Al Islam 1 Solo

8. Walaupun dengan berbagai kendala yg mengakibatkan jam nya mundur…
tapi apresiasi dari sma 1 solo & Sma Al Islam 1 solo luar biasa…. 

 9. Peserta Turba kita kali ini, ada tambahan yakni mas sigit paripurno dari Yobiko

10.  Di Sma 1 Solo, peserta turba adalah redaksi majalah sekolah. Dengan ditemani hujan yang cukup deras….acara ini semakin mengakrabkan kita dengan kawan2 Sma 1 Solo. Dimulai dari Jais menceritakan tentang proses lahir komiknya yang digarap bareng temen-teman ParkoMarko. dan masih dengn kukuh menegaskan satu hal yg sama “menggambar lebih mudah dari menulis”

11. Lalu disusul Isti, dengan kisah dibalik puisinya yg berjudul “KOta ini”. Dia juga menambahkan penegasan bahwa puisi itu seperti roti (mengutip kata-kata Pablo Neruda),

12. Selanjutnya, Sigit mengatakan bahwa komikknya terinspirasi dari sebuah film kartun Avatar….

13. sedangkan Zakky memaparkan kisah nyata yang menginspirasi cerpennya secara runut, dilanjutkan juga sepintas tentang penerbitan yang didirikannya dengn teman-teman komunitas Senjakala jakarta

14. Faishal tidak hanya membahas esainya yang berbeda yakni dunia politik, tp dia juga mengajak kawan-kawan untuk menulis dalam bentuk apapun dari peristiwa yang dialami sehari-hari.

15. berbeda lagi dengan Tiara, dengan mimik yang meyakinkan “Coba bayangkan ternyata ada kehidupan kecil ditengah hiruk pikuk nya kota Solo”. begitulan petilan pengalamannya yang membuat kawan-kawan Sma 1 Solo terhanyut dalam kisah uniknya.

16. kemudian, Arin tampil dengan kisah romance novelnya dan perjuangan dia saat menunggu kabar dari penerbit tentang nasib novel yang ia tulis slama 3 bln.

17. Selain itu, satu hal yang mengejutkan Arin, ternyata salah satu peserta tlah memiliki novelnya dan menyambut senang kehadiran Arin….lalu bercoleteh “kok beda sama fotonya ya mbak Arin?”

18. Turba ketiga, Di Sma Al Islam 1 Solo. Peserta Kawan-kawan dari Aktivis(majalah), Mading, Buletin SMA Al Islam 1 Solo.

19. Sekalipun telat krn berbagai halangan yang tak kami harapkan, tapi sambutan SMA Al Islam 1 Solo sangat hangat & hebat, dengan canda gurau khas mereka. Kita merasa ada keakraban yang terjalin tanpa diucap.

20. Dikarenakan ada acara penting yang tak bisa di tinggalkan, Arin tak bisa hadir pada turba ke tiga. namun kita juga kedatangan salah satu anak SMA yang luar biasa dari MA Al Islam Jamsaren, yang juga karyanya masuk dalam kompilasi sastra komik Ketik-ParkoMarko.

21. Tiara hadir sebagai start acara. dia menyentakkan kawan-kawan SMA Al Islam 1 Solo, dengan pertanyaan “Apa Yang kalian pikirkan ketika ada sarang burung di sela-sela Traficclight?”. berbagai lontaran ikut meramaikan : Pohon mulai lenyap…dll.

22. disusul isti dengan cukup serius mengisahkan peristiwa tragis, yang mampu membuahkan puisi. lalu ia juga mengatakkan bahwa puisinya adalah curhatan hatinya dan ditegaskan pula bahwa siapapun mampu menelorkan puisi.

23. Sigit dengan gamblang menjelaskan makna kalimat dalam ending komiknya. dan keheningan itu datang saat Sigit mengajak kembali kawan-kawan yang hadir untuk menanyakan kembali tujuan hidup masing-masing.

24. Faishal dengan tuturan bersahabat menceritakan tentang kiprah politik sekarang secara global…….

25. kemudian Jais, memaparkan tentang film horor Indonesia, yang menurutnya setan itu benar-benar hadir dalam bentuk lain yang berbeda. lalu ia juga sedikit bercerita tentang balik layar lahirnya komik “Bangga Indonesia”

26. Dilanjutkan Zakky yang sedikit berkisah tentang fakta ‘Demonstran Bayaran’.Selain itu, dia menanyakan pula Kawan-Kawan SMA Al Islam 1 Solo tentang buku favorit mereka. berbagai jawaban muncul, dengan sedikit humor yang memecahkan suasana.

27. alu kroul, Anak Sma dari MA Al Islam Jamsaren, bercerita tentang proses pembuatan komiknya yang penuh perjuangan.

ulasan sederhana ini kami salin dari FB Komunitas Ketik.

Solo. 10 Februari 2011

Text

image

Komisi Birthday festival telah berakhir beberapa hari yang lalu. selain merapikan sisa-sisa pesta yang carut marut, ternyata banyak keceriaan, kegembiraan, dan kekesalan terselip disela-sela agenda tersebut. apapun yang terjadi, kami rasa pesta sederhana ini bisa menjadi salah satu pembelajaran keren bagi Komisi di ultahnya yang ke 3.

walau sempat gagal di agenda terakhir di karenakan ada masalah teknis, namun secara umum acara Komisi Birthday festival berjalan lancar. kesuksesan acara tersebut semoga tidak membuat kami untuk bersombong diri dan merasa superior di dunia komik Solo (amiiiien). karena masih banyak hal yang perlu di benahi dalam berbagai sudut pesta ini.

masih dengan misi Let’s make historie with comic indie:D, masih ada agenda super tolol yang akan kami lanjutkan di tahun depan, tentu saja dengan berbagai kompilasi, banyak pameran, banyak diskusi yang seru dan asik untuk di perbincangkan. kami ingin mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak, oke akan kami sebutkan satu persatu, thanks to:

Tuhan YME, Kota Surakarta, Gedung Kesenian Solo, Tugitu Unite, kawan-kawan Komisi Solo, Mujadi Tani, Mujiyono, Feri Widianto, Angga Tantama, Eko Roey, Agus Susanto, Ranang Agung Sugihartono, Sofwan Zarkasi, Gus Medi, Iyok Ryo, Arumania, Joko Narimo, Bambang Bejita, Nafi, Bengkel Qomik, Beng Rahadian, Comical Magz, Ahmad Ikhwanul Amet, Solopos, Joglosemar, Akademi Samali, Wahyu Eko P , Disko Comiclub, Ivaa Shop, Mulyakarya Yogyakarta, Sulistyo Danang, Daging tumbuh ,X-Go Warhol , Toha Adog, Robotgoblok Bajraghosa, Nino Setiawan, Anang Silikon, Papillon Comics, Idegarink Magz, Diah, Nisa, Kartika Listiyaningrum, Nanang Musha, Basnendar Sadoso, Angga Tantama, Argha Yudha Prathama, Ridwan Syaroni, Nawank Crossline, Amy si Monyet Bali, Bakage, Majemuk Zine, Republik Alternatif @Restart, Indonesian Artnews,  Adib Asfar, Mbak Putri, Doni, Daamas, Topik, Eka Celenk, Dilla, Yohanes Prima, Loker Tua Mags, Hartelust Zine, Lemon Tea: Bukan Komik Cinta,ISI Solo, Disko Comic Club, Megamendungkelabu, Facebook, Tumblr, Handphoneku. dan banyak teman-teman yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

dibawah ini kami lampirkan berbagai gambar yang mungkin luput namun menyenangkan untuk sekedar di perbincangkan suatu saat kelak. intinya sih terimakasih buat semua pihak yang telah mendukung kami, yang tidak mendukung kami, atas bantuan, suport, doa dan makian kalian. kami akan terus berkembang bung. sampai jumpa di kegilaan mendatang. salam salam :)

Solo. 5 Desember 2011